Karena Kematian Tidak Perlu Notifikasi

Kematian

Kematian adalah suatu hal yang tidak pasti kapan dan dalam keadaan seperti apa kita akan mengalaminya. Semua makhluk hidup akan merasakan hal tersebut, tidak dipungkiri jika kematian sering disebut sebuah ketetapan Tuhan. Jika telah tiba waktunya, tidak ada satupun makhluk hidup yang mampu menolak akan terjadinya hal itu.

“Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati.” (Luqman: 34)

Sebaik dan seburuk apapun dirimu, tidak akan mempengaruhi dan merubah waktu suatu ajal yang disebut Kematian. Sekarang bukan waktunya kita menanyakan “kapan sih kematian itu terjadi ?” Ada yang lebih baik dari pertanyaan tersebut yaitu Apa yang sudah kita persiapkan jika kematian tersebut menghampiri kita, toh bisa saja besok kita mati atau mungkin beberapa jam yang akan datang kita akan mengalami nya.

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda:

اللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ

“Ya Allah, tidak ada yang dapat menghalangi apa yang Engkau berikan, dan tidak ada yang mampu memberi apa yang Engkau halangi.” (Muttafaqun ‘alaih dari sahabat Al-Mughirah bin Syu’bah)

Berpindahnya dari dunia ke Alam kubur (Alam Barzakh) untuk mempertanggung jawabkan semua perbuatan yang telah dilakukan selama di alam dunia.


Allah SWT berfirman:

مَاۤ اَصَا بَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللّٰهِ ۖ وَمَاۤ اَصَا بَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَّـفْسِكَ ۗ وَاَ رْسَلْنٰكَ لِلنَّا سِ رَسُوْلًا ۗ وَكَفٰى بِا للّٰهِ شَهِيْدًا

“Kebajikan apa pun yang kamu peroleh adalah dari sisi Allah dan keburukan apa pun yang menimpamu, itu dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu (Muhammad) menjadi Rasul kepada (seluruh) manusia. Dan cukuplah Allah yang menjadi saksi.” (QS. An-Nisa’ 4: Ayat 79)

Artikel Lainnya :  Manusia Tanpa Sifat Kemanusiaannya

Jika kalian bertaqwa dan beramal sholeh maka kenikmatan lah yang akan diperoleh namun jika kalian tidak bertaqwa kepada Allah dan berbuat jahat (dzholim) terhadap orang lain siksa kuburlah kian yang menjadi tempat amat mengerikan di alam kubur.

Allah SWT berfirman:

اَيْنَ مَا تَكُوْنُوْا يُدْرِكْكُّمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِيْ بُرُوْجٍ مُّشَيَّدَةٍ ۗ وَاِ نْ تُصِبْهُمْ حَسَنَةٌ يَّقُوْلُوْا هٰذِهٖ مِنْ عِنْدِ اللّٰهِ ۚ وَاِ نْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَّقُوْلُوْا هٰذِهٖ مِنْ عِنْدِكَ ۗ قُلْ كُلٌّ مِّنْ عِنْدِ اللّٰهِ ۗ فَمَا لِ ھٰٓ ؤُلَآ ءِ الْقَوْمِ لَا يَكَا دُوْنَ يَفْقَهُوْنَ حَدِيْثًا

“Di mana pun kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu berada di dalam benteng yang tinggi dan kukuh. Jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan, Ini dari sisi Allah, dan jika mereka ditimpa suatu keburukan mereka mengatakan, Ini dari engkau (Muhammad). Katakanlah, Semuanya (datang) dari sisi Allah. Maka mengapa orang-orang itu (orang-orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan (sedikit pun)?”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 78)

About the author: Moslem

Hanya manusia yang sedang mencari jati diri dan ingin bermamfaat bagi orang lain.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *