Kejahatan di dalam Kebiasaan

Kejahatan Dalam Kebiasaan

Sehubungan dengan kebijakan pemerintah untuk stay at home dimana masyarakat memiliki banyak waktu luang untuk membaca buku, mengakibatkan banyaknya peredaran e-book gratis di sosial media. Penyebaran itu dilakukan dengan dalih “berbagi ilmu” ataupun “menyebar kebaikan”. Hal ini ramai dibicarakan oleh para penulis di Indonesia karena tindakan tersebut termasuk  perbuatan ilegal.

Buku yang seharusnya dijual di toko buku dengan harga yang telah ditentukan, tetapi malah disebarkan oleh masyarakat secara gratis. Jika buku-buku tersebut beredar secara gratis, penulis akan mengalami kerugian sebesar harga buku tersebut dikalikan dengan jumlah pembaca buku bajakan. Tentu saja sangatlah banyak. Oleh karena itu, para penulis di Indonesia merasa geram dengan adanya tindakan seperti ini karena sama saja memutus penghasilan penulis.

Pada dasarnya, di Indonesia telah terdapat hukum yang mengatur hal ini, yaitu UU No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta. Tindakan mengunduh e-book atau menyebarluaskannya secara gratis di internet dapat melanggar ketentuan yang terdapat dalam UU tersebut. Sanksi yang berlaku apabila melanggar ketentuan tersebut juga telah tercantum dalam UU, yaitu dikenakan denda. Banyak masyarakat yang telah mengetahui aturan tersebut, tetapi tetap saja melakukannya.

Meningkatkan Kesadaran Masyarakat

Dengan demikian, diperlukan kampanye untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa mengunduh e-book atau menyebarluaskannya secara gratis merupakan tindak kejahatan. Jika ingin membaca buku, belilah di toko buku atau mengakses di google play book. Mari kita hargai karya para penulis dengan tidak membaca versi bajakan.Jangan sampai penulis tidak mau berkarya lagi hanya karena perbuatan seperti ini.

Artikel Lainnya :  Pasar Wuhan China Kembali Menjual Daging Hewan Liar

About the author: Balqis Ima

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *